RSS
Tampilkan postingan dengan label Obat Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat Tradisional. Tampilkan semua postingan

BRONKITIS DAN TUMBUHAN LIAR ? KENAPA TIDAK ?


Apa itu bronkitis ? 

Bronkitis adalah suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru ). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi, pada penderita yang memiliki penyakit menahun seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius. Gejala yang biasa ditimbulkan oleh bronkitis adalah batuk berdahak, sesak napas, mudah lelah, napas berat dan sakit kepala (Joko Suryo, 2010).


Bagaimana cara mengobatinya ?
Saat ini, banyak cara ataupun obat-obatan yang dapat digunakan untuk mrngobati bronkitis. Baik itu secara farmako (obat-obatan) ataupun dengan pengobatan secara modern lainnya. Tetapi, tidak bisa dipungkiri lagi kalau pengobatan menggunakan obat-obatan tentu memiliki efek jangka panjang yang malah dapat menimbulkan penyakit baru, misalnya pada ginjal. Untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh obat-obatan, kebanyakan orang-orang di pedesaan menggunakan tanaman sekitar rumah atau bahkan tanaman yang memang liar untuk mengobati bronkitis, misalnya dengan daun sembung.

Daun sembung merupakan tanaman yang hidup di tempat terbuka. Tumbuhan ini berasal dari Nepal dan mempunyai nama latin Blumea balsamifera. Daun sembung memiliki rasa yang pedas, sedikit pahit, bersifat hangat dan berbau rempah. (Soenarto, Hadi, Kuncoro. 2009)

Sembung termasuk jenis tanaman perdu, tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 4 meter. Hidup di tanah berpasir, tanah liat, kering maupun lembab, hidup sampai ketinggian 2.000 meter dpl. Batang berkayu, bagian ujung rumbuh percabangan yang cukup banyak, berbulu. Daun bentuk memanjang agak lebar, terpi bergerigi, bersirip, dan berlekuk. Daun bila diremas berbau bumbu, agak langu sedikit seperti kapur barus. Bunga membentuk gerombolan berwarna kuning (Soenarto, Hadi, Kuncoro. 2009)

Berdasarkan penelitian daun sembung kaya akan kandungan kimia seperti borneol, sineol, limonene, minyak astiri, zat bergetah (untuk kapur barus), limonen alkaloid dan tanin. Daun sembung dapat mengobati nyeri haid, flu, demam, asma, sariawan, diabetes, batuk, bronkitis dan diare (Soenarto, Hadi, Kuncoro. 2009)

Penelitian yang dilakukan oleh Katno, Sari Haryanti, dan Agus Triyono yang berjudul Uji Hambat Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) Terhadap Pertumbuhan Mikroba E.Coli, S.aureus  dan C. Albicans membuktikan bahwa ekstrak daun sembung dapat menghambat bakteri pada diare dan bronkitis (Katno, Haryanti S., Triyono, A. 2009)

Bahan yang digunakan untuk mengobati bronkitis :
17 gram herba sembung kering atau 35 gram herba segar


Cara pakai :
  1. Potong kecil-kecil daun sembung
  2. Rebus daun sembung dengan 3 gelas air
  3. Sisakan air rebusan daun sembung hingga 1 gelas
  4. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas

Demikian sedikit info mengenai manfaat daun sembung untuk bronkitis, semoga bermanfaat ^^


Referensi :
1.    Katno, Haryanti S., Triyono, A. 2009. Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) Terhadap Pertumbuhan Mikroba E.Coli, S. Aurens dan C. Albians
2.    Soenarto, Hardi & Kuncoro, Sri. 2009. Obat Tradisional untuk Pasangan Suami Istri Mengatasi Gangguan Kesuburan, Keputihan, Impotensi, dan Ejakulasi Dini. Jakarta : Gramedia
3.    Suryo, Joko. 2010. Herbal Penyembuhan Gangguan Sistem Pernapasan. Yogyakarta : B First (PT Bentang Pustaka)


Diposkan oleh:
Henny Kumala Sari (22020112140091)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SERAI PEREDA BATUK

Taukah anda apa itu Serai?
Semua ibu rumah tangga pasti mengenalnya karena tanaman ini sering digunakan sebagai bumbu dapur. Nah, pada topik kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai tanaman serai yang sangat bermanfaat sebagai obat herbal.

Serai atau sereh adalah tumbuhan sejenis rumput. Serai memiliki nama ilmiah Cymbapogon nardus. Tumbuhan ini mudah tumbuh di negara tropis seperti Indonesia. Di setiap daerah, tumbuhan serai mempunyai nama yang berbeda beda seperti di Sumatera disebut sorai atau sange-sange, di Kalimantan belangkak, senggalau, atau salai dan di Sulawesi menyebutnya tonti atau sare.

Gambar: tanaman serai
Tanaman serai sekilas mirip rumput alang-alang, tetapi rumpun serai lebih besar dan bergerombol. Daunnya berbentuk lurus, pipih, panjang sekitar 1 meter, lebar sekitar 15 milimeter. Tulang daunnya sejajar. Warna daunnya hijau muda. Serai mengandung minyak asiri, seperti geraniol, citronnelal, eugenol-metil eter, sitral, eugenol, kadinen, kadinol, dan limonen. (Fauziah, 2007)

Gambar: serai
Secara tradisional sereh wangi digunakan sebagai pembangkit cita rasa pada makanan, minuman dan sebagai obat tradisional. Sebagai obat tradisional ekstrak sereh wangi sering diminum untuk mengobati radang tenggorokan, batuk dan pilek. (Suprianto, 2008)



Cara mengolah serai untuk mengobati batuk (Fauziah, 2007) :
  • Siapkan 600 g batang serai segar
  • Keringkan serai tersebut
  • Rebuslah serai kering dengan air secukupnya
  • Minum air rebusan serai, dapat dikonsumsi sehari 1 gelas

Sumber: 
Muhlisah, Fauziah. 2007. Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jakarta: Penebar Swadaya.
Suprianto. 2008. Potensi Ekstrak Sereh Wangi Sebagai Anti Streptococcus mutans. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor.


By: Diksi Puspita Dewi (22020112130031)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Daun Legundi untuk Penyakit TBC

Gambar 1. Mycobacterium tuberculosis

Hai para pembaca. Pernahkah Anda menjumpai orang dengan penyakit TBC (tuberkulosis)? Apakah justru Anda sedang mencari pengobatan TBC untuk Anda atau sanak keluarga?

Para pembaca, seperti yang telah kita ketahui bersama kalau saat ini penyakit TBC masih menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, sekitar 75% penderita penyakit TBC adalah kelompok usia produktif (15-50 tahun). Maka dari itu, penyakit ini cukup mengkhawatirkan semua kalangan.

Sebelumnya, sudahkah Anda mengetahui apa itu tuberkulosis? Menurut Indriasari (2009), tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia. Namun, yang paling sering terkena (90%) adalah organ paru. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa itu TBC, Anda dapat melihat video di bawah ini.

Video 1. Tuberculosis (TBC)

Para pembaca, TBC merupakan penyakit yang membutuhkan pengobatan teratur jangka panjang. Selama ini, pengobatan apa yang Anda ketahui untuk menangani TBC? Tahukah Anda bahwa terdapat pengobatan herbal untuk penyakit TBC ini? Jika belum, Anda tidak perlu khawatir karena kali ini Dapur Tanaman Herbal akan membahasnya.

Gambar 2. Daun legundi

Pernahkan Anda mendengar tentang daun legundi? Legundi merupakan tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi 1-4 m dan memiliki daun majemuk dengan 1-3 helai anak daun. Bentuk daun legundi adalah bundar telur, elips, bundar telur terbalik, atau lonjong. Pada bagian bawah memiliki bulu rapat dengan warna putih atau kelabu (Tresno, 2006). Tanaman legundi ini merupakan tanaman yang banyak manfaatnya. Selama ini, daun legundi sudah lama digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional, salah satu kegunaan daun legundi adalah untuk penyakit TBC. Menurut penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Universitas Gadjah Mada (Karuniawati H, Iravati S, Indrayudha P, 2009), daun legundi mengandung ekstrak kloroform dan ekstrak metanol. Ekstrak kloroform mengandung flavonoid dan minyak atsiri. Sedangkan ekstrak metanol mengandung flavanoid dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut bersifat antibakteri dan memiliki kemampuan membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Lalu bagaimana caranya mengolahnya? Anda tidak perlu khawatir karena membuat ramuan daun legundi cukup mudah. Menurut Hariana (2008), caranya adalah seperti berikut :

  1. Cuci bersih 3/5 genggam daun legundi
  2. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas
  3. Setelah dingin, saring air rebusan
  4. Minum 3 kali masing-masing ¾ gelas.

Ramuan tersebut dapat diminum rutin setiap hari. Sampai dirasakan gejala dari TBC sudah membaik. Yang perlu Anda ketahui adalah, meskipun penyakit TBC merupakan penyakit menular yang cukup mengkhawatirkan, namun penyakit tersebut dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Pembaca, demikian info tentang daun legundi dan TBC. Semoga bermanfaat.

Referensi :
Hariana, Arief. 2008. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Depok : Penebar Swadaya.
Indriasari, Devi. 2009. 100% Sembuh tanpa Dokter. Jakarta : Pustaka Grahatama.
Karuniawati H., Iravati S., Indrayudha P. 2009. Aktivitas Bakteri Ekstrak Kloroform dan Metanol Daun Legundi (Vitex trilofi Linn.) terhadap Mycobacterium tuberculosis H37Rv dan Profil Kromatografi Lapis Tipisnya. Pharmacon. 10(1) : 13-16.
Tresno, Lukas Adi. 2006. Tanaman sehat & Jus untuk Asam Urat dan Rematik. Jakarta : AgroMedia Pustaka.

Diposkan oleh :
Iin Cempaka Wati (22020112130061)

Kelas A.12.1

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS